Apa Itu Syara: Merunut Jejak Syariah dalam Wacana Keislaman

Syara, sebuah istilah yang beredar dalam dunia keislaman, sering kali menjadi subjek perdebatan dan perenungan di kalangan umat Muslim. Bagi sebagian orang, kata “syara” memiliki konotasi yang kuat dengan hukum Islam yang tertera dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad. Namun, adakah istilah ini benar-benar menyiratkan hal tersebut? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan syara?

Dalam konteks bahasa Arab, “syara” secara harfiah bermakna “jalan” atau “cara”. Dalam makna yang lebih spesifik, syara mengacu pada suatu sistem hukum yang diatur oleh prinsip-prinsip Islam. Ini mencakup segala aspek kehidupan mulai dari ibadah, keuangan, hingga urusan pemerintahan. Syara juga muncul sebagai turunan dari kata kerja “syar’a” yang berarti mengikuti atau mengadakan sesuatu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Dalam pandangan yang lebih luas, syara mencakup konsep dan prinsip syariah yang menjadi landasan hukum dalam ajaran Islam. Konsep syariah ini meliputi kewajiban, larangan, serta akhlak yang diharuskan bagi pemeluk agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Syara dapat dijadikan sebagai kerangka panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah, bermuamalah, serta berinteraksi dengan sesama manusia.

Namun, sering kali syara diartikan secara keliru sebagai kode hukum yang kaku dan melarang segala macam bentuk kesenangan. Perspektif ini keliru menggambarkan syara sebagai sesuatu yang membelenggu dan membatasi kebebasan individu. Sebenarnya, syara bersifat fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai konteks kehidupan yang berbeda. Tujuan utama dari syara adalah untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, serta keselamatan bagi umat manusia.

Dalam mengimplementasikan syara, umat Muslim juga dipersilakan melakukan interpretasi yang sesuai dengan waktu dan tempat. Misalnya, dalam hal ibadah seperti shalat, ada sejumlah variasi dalam cara melaksanakannya tergantung tradisi dan budaya tempat tinggal. Dengan demikian, terlihat adanya penyesuaian syara dalam konteks sosial dan budaya bagi setiap umat Muslim yang berbeda.

Dalam kesimpulannya, syara merupakan konsep yang mencerminkan prinsip-prinsip hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Memahami syara dengan benar, menggali makna mendalam dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang ajaran Islam. Sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk mengintegrasikan konsep syara dalam kehidupan kita sebagai pedoman yang universal dan berkelanjutan dalam menjalani perjalanan keislaman kita.

Apa itu Syariah?

Syariah adalah sistem hukum Islam yang berdasarkan pada ajaran agama Islam, Al-Quran, dan Hadits. Syariah mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk hukum pidana, hukum keluarga, hukum bisnis, hukum waris, dan banyak lagi. Konsep syariah mengatur perilaku manusia berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam yang ingin mengatur kehidupan manusia agar bisa hidup dengan mengikuti petunjuk Allah.

Asas dalam Syariah

Pemahaman tentang apa itu syariah harus melihat prinsip-prinsip dasar yang melandasi hukum Islam ini. Beberapa asas dalam syariah adalah:

1. Tauhid

Asas tauhid mengandung makna bahwa hanya Allah yang berhak untuk diibadahi, dan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus diakui dan disembah. Segala perbuatan manusia, baik dalam bidang agama maupun dunia, harus dijalankan dengan kesadaran akan keberadaan Allah dan ketaatannya kepada-Nya.

2. Adil

Asas adil mengandung makna keadilan dan kesetaraan dalam melaksanakan segala perintah Allah. Syariah menekankan perlakuan yang setara terhadap semua individu, tanpa membedakan ras, suku, agama, atau status sosial. Prinsip keadilan ini tercermin dalam proses pengadilan dan hukum Islam yang memberikan perlindungan hak-hak individu dan menghindari penyalahgunaan kekuasaan.

3. Kebaikan

Asas kebaikan mengandung makna bahwa segala tindakan dan perbuatan manusia harus dilakukan dengan niat yang baik, demi kepentingan diri sendiri dan masyarakat. Syariah mengajarkan manusia untuk hidup bermasyarakat dengan saling tolong menolong, menghormati, dan melakukan kebaikan kepada sesama.

Cara Menerapkan Syariah di Kehidupan Sehari-hari

Syariah berlaku tidak hanya dalam kerangka hukum Islam, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara menerapkan syariah dalam kehidupan sehari-hari:

1. Meningkatkan Iman dan Takwa

Untuk menerapkan syariah, seseorang harus meningkatkan iman dan takwanya kepada Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti sholat, membaca Al-Quran, berpuasa, dan meningkatkan bacaan dzikir dan doa-doa.

2. Mengikuti Petunjuk Al-Quran dan Hadits

Al-Quran dan Hadits menjadi sumber ajaran syariah yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang harus senantiasa mempelajari dan mengamalkan hukum-hukum Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadits untuk menerapkan syariah.

3. Menghindari Perbuatan Haram

Syariah melarang sejumlah perbuatan yang dianggap haram dalam Islam, seperti riba, maksiat, mencuri, berzina, dan lain sebagainya. Untuk menerapkan syariah, seseorang harus menjauhi perbuatan-perbuatan haram tersebut dan menggantinya dengan perbuatan yang diperintahkan oleh Allah.

4. Menerapkan Etika dan Moral Islam

Syariah bukan hanya mengatur sikap dan perbuatan manusia, tetapi juga mengajarkan etika dan moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan etika dan moral yang baik adalah bagian integral dari syariah, seperti jujur, amanah, adil, dan banyak lagi.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah Syariah Selalu Berlaku pada Semua Negara?

Tidak, penerapan syariah pada negara bergantung pada undang-undang dan kebijakan pemerintahan negara tersebut. Meskipun demikian, beberapa negara dengan mayoritas penduduk Muslim menerapkan syariah sebagai bagian dari sistem hukum mereka, seperti Arab Saudi dan Iran.

2. Apa Saja Hukum yang Berlaku dalam Syariah?

Syariah mencakup berbagai aspek hukum, termasuk hukum pidana, hukum keluarga, hukum bisnis, hukum waris, dan banyak lagi. Hukum dalam syariah didasarkan pada ajaran Islam dan memiliki prinsip-prinsip yang berbeda dengan sistem hukum sekuler.

Kesimpulan

Syariah adalah sistem hukum Islam yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Untuk menerapkan syariah, seseorang perlu meningkatkan iman dan takwanya kepada Allah, mengikuti petunjuk Al-Quran dan Hadits, menghindari perbuatan haram, dan menerapkan etika serta moral Islam. Meskipun tidak semua negara menerapkan syariah, prinsip-prinsip syariah dapat tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan manusia hidup sesuai dengan petunjuk dari Allah.

Maka, mari kita tingkatkan pemahaman kita tentang syariah dan tunjukkan komitmen kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah, kita dapat menciptakan lingkungan yang adil, harmonis, dan berkah bagi diri kita sendiri, keluarga, serta masyarakat sekitar. Bergabunglah dengan komunitas yang menerapkan syariah dan berikan kontribusi positif dalam membangun masyarakat yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.