Instrumen Wawancara: Menggali Sudut Pandang dengan Gaya Santai

Dalam dunia jurnalistik, instrumen wawancara merupakan senjata utama untuk menggali informasi dan sudut pandang dari berbagai sumber. Namun, terkadang proses wawancara dapat terasa kaku dan formal. Oleh karena itu, penting bagi seorang jurnalis untuk mampu menciptakan atmosfer santai agar narasumber lebih terbuka dan berbagi informasi secara lebih otentik.

Satu hal yang menarik dari instrumen wawancara adalah kemampuannya untuk menghadirkan sisi tak terduga dari sebuah cerita. Dalam wawancara, kita diberi kesempatan untuk melihat dari perspektif orang lain dan menyelami pemikiran mereka. Dengan gaya penulisan jurnalistik bernada santai, kita dapat menciptakan suasana yang lebih akrab dan kaya akan nuansa pribadi yang justru memperkaya informasi yang dihasilkan.

Dalam melaksanakan wawancara, pertanyaan merupakan kunci utama untuk membuka pintu pikiran dan perasaan narasumber. Namun, bukan berarti kita harus menggunakan pertanyaan formal dan kaku. Sebaliknya, kita dapat menggunakan gaya santai dalam merangkai pertanyaan agar mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan informal bagi narasumber.

Misalnya, jika sedang mewawancarai seorang selebriti, alih-alih bertanya tentang proyek terbarunya secara kaku, kita bisa lebih casual dengan bertanya, “Jadi, apa sih yang membuatmu jatuh hati dengan proyek baru ini?” atau “Bagaimana kamu bisa berperan begitu mendalam dalam karakter ini?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan lebih efektif dalam menggali informasi dan menghadirkan sisi narasumber yang lebih pribadi.

Selain itu, kita juga perlu mengingat bahwa selama wawancara, menjadi pendengar yang baik juga merupakan keterampilan yang penting. Dalam pembicaraan, tidak jarang narasumber memberikan informasi yang menarik secara spontan. Oleh karena itu, kita harus selalu siap untuk merespons dengan pertanyaan-pertanyaan tambahan yang lebih personal, seperti “Apakah pengalaman ini berdampak pada pandanganmu tentang hidup?” atau “Apakah momen ini mengubah dirimu sebagai seorang individu?”. Seperti dengan gaya penulisan jurnalistik lainnya, menjaga suasana santai dan mengajukan pertanyaan yang lebih pribadi dapat menghasilkan informasi yang lebih bermakna.

Dalam dunia jurnalistik, instrumen wawancara merupakan jendela untuk memahami cerita dan perspektif orang lain. Dengan menggunakan gaya penulisan jurnalistik bernada santai, kita dapat menciptakan hubungan emosional yang lebih mendalam dengan narasumber dan menghasilkan informasi yang lebih hidup. Jadi, mari kita gunakan instrumen wawancara dengan bijak dan kreatif untuk membawa cerita-cerita menarik ke permukaan dan meraih pencapaian yang lebih tinggi dalam dunia SEO dan peringkat di mesin pencari Google.

Apa Itu Instrumen Wawancara?

Instrumen wawancara adalah alat atau metode yang digunakan dalam proses wawancara untuk mengumpulkan data atau informasi secara sistematis. Instrumen ini biasanya terdiri dari serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mendapatkan jawaban dan pemahaman yang mendalam tentang suatu topik atau subjek tertentu.

Instrumen wawancara dapat digunakan dalam berbagai bidang dan tujuan, seperti penelitian akademik, evaluasi program, seleksi pekerjaan, dan studi pasar. Penggunaan instrumen wawancara tidak hanya terbatas pada tanya jawab verbal, melainkan juga bisa melibatkan observasi, pengamatan, atau bahkan pengujian terhadap kemampuan subjek yang diwawancarai.

Cara Membuat Instrumen Wawancara

Proses membuat instrumen wawancara dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Definisikan Tujuan Wawancara

Tentukan tujuan utama dari wawancara yang akan dilakukan. Apakah untuk mengumpulkan data kualitatif, mendapatkan informasi spesifik, atau memvalidasi jawaban dari survei sebelumnya. Hal ini akan membantu dalam merumuskan pertanyaan yang relevan dan fokus.

2. Tentukan Subjek Wawancara

Identifikasi subjek atau kelompok yang akan diwawancarai. Pastikan subjek tersebut memiliki pengetahuan atau pengalaman yang sesuai dengan topik yang akan dibahas dalam wawancara.

3. Rancang Pertanyaan

Buat daftar pertanyaan yang terstruktur dan spesifik. Gunakan jenis pertanyaan terbuka untuk memungkinkan subjek memberikan jawaban yang mendalam dan alasan di balik pendapat mereka. Juga sertakan pertanyaan tertutup untuk memudahkan analisis data. Seleksi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan wawancara.

4. Organisasikan urutan Pertanyaan

Tentukan urutan pertanyaan yang logis dan alami. Mulailah dengan pertanyaan yang bersifat umum untuk membangun rasa percaya diri dan hubungan antara pewawancara dan subjek. Kemudian berlanjut ke pertanyaan yang lebih spesifik dan mendalam. Akhiri dengan pertanyaan yang lebih umum untuk memberi kesempatan subjek untuk menambahkan informasi tambahan.

5. Periksa Kelayakan Pertanyaan

Periksa kembali pertanyaan yang telah dirancang dan pastikan bahwa mereka bisa dengan mudah dipahami oleh subjek. Jika ada pertanyaan yang ambigu atau terlalu terperinci, perbaiki dan sederhanakan. Pastikan juga pertanyaan tidak memihak atau mempengaruhi subjek dalam memberikan jawaban.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah instrumen wawancara bisa digunakan untuk semua jenis penelitian?

Ya, instrumen wawancara bisa digunakan dalam berbagai jenis penelitian, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Namun, penting untuk mengadaptasi pertanyaan dan teknik wawancara sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik subjek yang diwawancarai. Pengunaan instrumen wawancara juga harus didasarkan pada kemampuan pewawancara untuk mendapatkan informasi yang akurat dan relevan dari subjek.

2. Apa saja kelebihan dan kekurangan instrumen wawancara?

Kelebihan instrumen wawancara antara lain adalah memungkinkan pewawancara untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan kaya tentang subjek, memfasilitasi interaksi antara pewawancara dan subjek, serta memungkinkan adanya pengamatan langsung terhadap perilaku dan ekspresi subjek. Namun, instrumen wawancara juga memiliki beberapa kekurangan, seperti rentan terhadap bias pewawancara dan subjek, membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup, dan sulit dalam proses analisis data secara kuantitatif.

Kesimpulan

Memahami apa itu instrumen wawancara dan bagaimana cara membuatnya merupakan langkah penting dalam menyusun wawancara yang efektif dan relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan menggunakan instrumen wawancara yang baik, pengumpulan data bisa dilakukan dengan lebih sistematis dan mendalam.

Dalam menentukan instrumen wawancara, perlu diperhatikan bahwa pertanyaan yang dirancang harus relevan dan fokus dengan tujuan penelitian. Selain itu, adanya pengorganisasian pertanyaan yang logis, periksa kelayakan pertanyaan, serta mempertimbangkan karakteristik subjek dan tujuan penelitian juga sangat penting.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan informasi yang berkualitas dan mendalam tentang suatu topik atau subjek, instrumen wawancara dapat menjadi alat yang efektif dalam proses pengumpulan data. Mulailah merancang instrumen wawancara Anda sendiri dan jangan ragu untuk memulai wawancara yang relevan dengan tujuan Anda!

Artikel Terkait Lainnya :

Tinggalkan komentar


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

close